MENJAGA KONEKTIVITAS ILMU

 


Manjaga Konektivitas Ilmu

Sahabat sekalian, berbicara tentang menjaga konektivitas ilmu, mungkin dahulu agak susah menjelaskan kepada khalayak. Hanya kalangan khusus saja yang memahami konsep ini. Namun, padanan dari itu sangat mudah kita pahami untuk saat ini.

Contoh dalam kehidupan kekinian adalah HP. Meskipun kita memiliki hp bagus seri terbaru. Kuota diisi dengan paket data yang full. Namun ketika paket data tidak dinyalakan, ternyata hp tidak berfungsi. Atau ketika WiFi koneksinya bagus. Namun hp kita tidak dikoneksikan juga sama saja tidak berfungsi.

Nah, hp itu ibarat kita para penempuh jalan kehidupan. Setiap perjalanan itu membutuhkan ketersambungan atau konektivitas. Karena tanpa itu, bisa jadi kita sebatas berputar-putar ditempat. Meskipun perasaan kita sudah melakukan perjalanan panjang yang melelahkan.

Setiap pejalan kehidupan (salik) akan memasuki resonansi gelombang masing-masing. Maksud dari resonansi disini adalah komunitas, jamaah ataupun majelis tempat bernaung. Tentu setiap tempat memiliki frekuensi masing-masing. Sehingga tidak perlu saling menyalahkan dengan pejalan (salik) di zona frekuensi lainnya.

Bagi penempuh perjalanan (salik) yang melalui jalur 7IPH ada prosedurnya juga yang harus dipahami. Sekolah Kehidupan (SKH)  adalah tempat kita meng-install data (ilmu 7IPH). Selain untuk install data awal, SKH juga menjadi tempat mengisi baterai.

Nah, di SKH juga sudah diajarkan cara untuk mengaktifkan konektivitas agar tersambung dengan servernya. Wah, bikin penasaran saja nih hehehe. Eng ing eng, nungguin ya😀. Sabar perlu kita rapikan barisan dulu. Rileks untuk mencerna apa itu konektivitas 7IPH.

Disetiap kelas SKH kita akan diajak berdoa dengan Sepuluh Fadhilah Fatihah. Ada "suasana" berbeda ketika kita membaca sepuluh Fadhilah Fatihah. Bagi yang pernah akrab dengan dunia energi. Kita seperti masuk pada zona gelombang yang luas namun menenangkan.

Sadarkah kita para pembelajar Sekolah Kehidupan. Ternyata Sepuluh Fadhilah Fatihah adalah konektivitas di sanad ilmu 7IPH. Pak Guru  Antono memformulasikan itu ternyata salah satu pesan simbolik yang saya tangkap untuk menjaga konektivitas. Boleh loh punya pemaknaan berbeda.

Namun sepanjang pengamatan dan cerita yang saya dengar dari para alumni SKH. Mereka yang rajin (mendawamkan) membaca Sepuluh Fadhilah Fatihah memiliki hikmah sendiri-sendiri. Ada yang mengalami perubahan pribadi secara drastis ke arah lebih baik.

Saya merasakan bahwa Sepuluh Fadhilah Fatihah ini menjadi media akselerasi (percepatan) masuknya pemahaman 7IPH. Teman-teman yang mendawamkan resep ini pasti juga merasakan. Hanya ada yang sadar, tetapi ada juga yang tidak menyadari.

Loh, ternyata seperti itu alurnya toh. Pantesan kita bolak balik ikut kelas SKH, rajin ke kajian alumni. Tapi kok rasanya begitu-begitu saja. Saatnya kita koreksi, jangan-jangan kita lupa mengaktifkan konektivitasnya.

Tulisan ini memang bersifat sangat personal. Tapi ini makna yang saya tangkap. Barangkali bermanfaat untuk sahabat SKH semuanya. Di dalam Sepuluh Fadhilah Fatihah ada koneksi sekaligus adab dalam berguru yang sangat halus dan lembut.

Ah kang Tris ngelantur, kata bisikan yang tidak terbiasa dengan hal seperti ini. Tapi, kan tidak ada ruginya dicoba juga. Resapi dan hayati, nanti baru bisa memahami sendiri. Toh untuk melafadzkan Sepuluh Fadhilah Fatihah kita juga tidak perlu waktu lama. Bisa kita coba dari sehari sekali, lalu berlanjut sesuai kebutuhan masing-masing.

Rasakan, ketika kita membaca Sepuluh Fadhilah Fatihah, sebenarnya kita masuk pada gelombang rosonansi yang terkoneksi satu dengan yang lain. Bagi yang beruntung dan dikehendaki Allah kita akan bisa tersambung dengan server gelombang.

Terakhir, ini lebih ke pesan personal diri saya. Siapa tahu juga bermanfaat untuk sahabat semua. Boleh jadi kita diberikan pemahaman atas ilmu 7IPH. Terjadi perbaikan dalam diri secara halus. Semua itu karena doa sahabat-sahabat kita lintas wilayah, bahkan yang tidak kita kenal. Ketika sahabat kita membaca Sepuluh Fadhilah Fatihah. So, silahkan dipraktekkan😊

Wallahu A'lamu Bish-Showab
Desa Menari, 4 Februari 2025
Kang Tris
Murid Sekolah Kehidupan

Posting Komentar untuk "MENJAGA KONEKTIVITAS ILMU"